Thursday, 31 March 2016

CARA MENYUSUN LEMBAR KERJA SISWA

LEMBARAN KERJA SISWA Ambiyar FT-UNP Lembar Kerja Siswa sebagai media pembelajaran dapat digunakan untuk menguji kemampuan ... thumbnail 1 summary


LEMBARAN KERJA SISWA

Ambiyar FT-UNP


Lembar Kerja Siswa sebagai media pembelajaran dapat digunakan untuk menguji kemampuan dan pemahaman siswa dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Karena di dalam Lembar Kerja Siswa LKS kurang lebih 90 % dari isi keseluruhan buku adalah soal-soal. Baik pilihan ganda maupun soal isian yang tidak tersedia jawabannya. 10 % sisanya terdiri dari rangkuman pokok pembahasan secara singkat.  Dengan menggunakan LKS guru tidak lagi harus bersusah-susah untuk mengumpulkan soal-soal atau pertanyaan. Dengan media itu guru hanya dituntut fokus memberikan pemahaman mata ajar yang telah ditentukan secara maksimal. Untuk evaluasi maupun tes hasil belajar, guru cukup menginformasikan dan mengarahkan terhadap soal-soal yang telah tersedia di dalam LKS. Karena kurang lebihnya LKS berperan sebagai pemandu siswa dalam melaksanakan tugas belajar baik secara idividu maupun kelompok (Nana Sujana, 1989:134)
LKS sebagai turunan dari konsep besar menjawab pertanyaan. Dengan menggunakan LKS berarti memfasilitasi siswa dapat menjawab soal-soal tentang mata pelajaran yang telah dipelajari. Dengan adanya LKS siswa dapat memahami materi pelajaran secara keseluruhan dengan lebih mudah. (Azhar, 1997: 78). Karena menjawab soal-soal dalam LKS sama halnya dengan mempelajari tentang suatu hal secara berulang-ulang. Tentunya siswa akan memahami secara mendalam. Menjadikan LKS sebagai instrumen kegiatan belajar mengajar merupakan strategi yang efektif untuk melatih ingatan siswa dalam menguasai materi pelajaran. Karena saat menggunakan LKS, siswa difokuskan untuk menjawab soal-soal yang telah tersedia.
Menggunakan LKS telah terbukti dapat menunjang prestasi belajar siswa. Sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh Herlika bahwa, prestasi belajar siswa materi ekonomi di SDN Sumbermulyo 1 Jogoroto Jombang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang tidak menggunakan LKS (Herlika: 2006: 80-81) Sekalipun penelitian Herlika spesifik pada materi ekonomi, tidak menutup kemungkinan juga tidak jauh berbeda dampaknya pada materi pelajaran yang lain.
Sementara itu terkait kualitas dan mutu LKS, Hiba Siasiati (2005: 83-84) meneliti LKS yang umum digunakan di sekolah-sekolah. LKS yang diterbitkan Erlangga dan Emma. Dari hasil penelitian tersebut terbitan Erlangga lebih bermutu dibandingkan terbitan Emma. Hal ini penting untuk dijadikan referensi oleh sekolah dalam rangka memilih LKS. Menurut beberapa pakar  pendidikan, menjawab pertanyaan  merupakan kunci belajar (Silberman, 2009: 254). Secara praktis, LKS biasanya digunakan setiap akhir penyampaian suatu mata ajar. Baik dengan dijawab secara langsung di kelas maupun dijadikan pekerjaan rumah. 

1.  Pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS)

      Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu jenis alat bantu pembelajaran. Secara umum LKS merupakan perangkat pembelajaran sebagai pelengkap atau sarana pendukung pelaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Lembar kerja siswa berupa lembaran kertas yang berupa informasi maupun soal-soal (pertanyaan-pertanyaan) yang harus dijawab oleh peserta didik. LKS ini sangat baik digunakan untuk menggalakkan keterlibatan peserta didik dalam belajar baik dipergunakan dalam penerapan metode terbimbing maupun untuk memberikan latihan pengembangan. Dalam proses pembelajaran matematika, LKS bertujuan untuk menemukan konsep atau prinsip dan aplikasi konsep atau prinsip.
LKS merupakan stimulus atau bimbingan guru dalam pembelajaran yang akan disajikan secara tertulis sehingga dalam penulisannya perlu memperhatikan kriteria media grafis sebagai media visual untuk menarik perhatian peserta didik. Paling tidak LKS sebagai media kartu. Sedangkan isi pesan LKS harus memperhatikan unsur-unsur penulisan media grafis, hirarki materi dan pemilihan pertanyaan-pertanyaan sebagai stimulus yang efisien dan efektif. (Hidayah, 2007:8). Melalui LKS guru menyuruh siswa untuk menjawab soal-soal yang telah tersedia setelah menaikkan materi pokok tertentu. Baik secara personal maupun kelompok.



2. Ciri-Ciri LKS

Adapun ciri-ciri LKS adalah sebagi berikut:
1.   LKS hanya terdiri dari beberapa halaman, tidak sapai seratus halaman.
2.  LKS dicetak sebagai bahan ajar yang spesifik untuk dipergunakan oleh satuan tingkat pendidikan tertentu.
3.  Di dalamnya terdiri uraian singkat tentang pokok bahasan secara umum, rangkuman pokok bahasan, puluhan soal-soal pilihan ganda dan soal-soal isian.
                                           
3. Fungsi , Tujuan dan Manfaat LKS

Secara konseptual LKS merupakan media pembelajaran untuk melatih daya ingat siswa terhadap pelajaran-pelajaran yang telah didapat di dalam kelas. LKS juga dapat dikatakan sebagai aplikasi teori bank soal yang sebelumnya bank soal merupakan suatu cara untuk melatih kecerdasan siswa. Guru mengumpulkan soal-soal sebanyak-banyaknya dan diberikan terhadap siswa agar dijawab dengan benar.
Selain itu juga LKS dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar berkala yang statusnya tidak formal. Guru dapat menggunakan LKS untuk mengetahui pengetahuan siswa terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan.
Adapun menurut (Soekamto), LKS berfungsi di antaranya sebagai berikut:
1. Menyusun materi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
2. Menyusun langkah-langkah belajar untuk memudahkan proses belajar siswa
3. Memberikan tugas belajar siswa secara terpadu.
Menurut Akhyar dan Musta’in LKS dapat berfungsi sebagai: (1) Alat bantu belajar siswa. (2) Sebagai dokumen berharga bagi  guru untuk mengetahui tugas murid yang bersangkutan.
Tujuan penggunaan LKS dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut.
1.      Memberi pengetahuan, sikap dan keterampilan yang perlu dimiliki oleh peserta didik.
2.      Mengecek tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah disajikan.
3.      Mengembangkan dan menerapkan materi pelajaran yang sulit disampaikan secara lisan.
Manfaat yang diperoleh dengan penggunaan LKS dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut.
  1. Mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran.
  2. Membantu peserta didik dalam mengembangkan konsep.
  3. Melatih peserta didik dalam menemukan dan mengembangkan keterampilan proses.
  4.  Sebagai pedoman guru dan peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran.
  5. Membantu peserta didik memperoleh catatan tentang materi yang dipelajari melalui kegiatan belajar.
  6. Membantu peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis. (Suyitno, 1997:40).

4. Keunggulan dan Kelemahan Media LKS

    4.1.  Keunggulan
·     Dari aspek penggunaan: merupakan media yang paling mudah. Dapat dipelajari di mana saja dan kapan saja tanpa harus menggunakan alat khusus.
·       Dari aspek pengajaran: dibandingkan media pembelajaran jenis lain bisa dikatakan lebih unggul. Karena merupakan media yang baik dalam mengembangkan kemampuan siswa untuk belajar tentang fakta dan mampu menggali prinsip-prinsip umum dan abstrak dengan menggunakan argumentasi yang realistis.
·      Dari aspek kualitas penyampaian pesan pembelajaran: mampu memaparkan kata-kata, angka-angka, notasi, gambar dua dimensi, serta diagram dengan proses yang sangat cepat. 
·   Dari aspek ekonomi: secara ekonomis lebih murah dibandingkan dengan media pembelajaran yang lainnya. 
                                               
    4.2. Kelemahan Media LKS
·    Tidak mampu mempresentasikan gerakan, pemaparan materi bersifat linear, tidak mampu mempresentasikan kejadian secara berurutan;
·     Sulit memberikan bimbingan kepada pembacanya yang mengalami kesulitan memahmi bagian-bagian tertentu;
·     Sulit memberikan umpan balik untuk pertanyaan yang diajukan yang memiliki banyak kemungkinan jawaban atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang kompleks dan mendalam;
·    Tidak mengakomodasi siswa dengan kemampuan baca terbatas karena media ini ditulis pada tingkat baca tertentu;
·       Memerlukan pengetahuan prasyarat agar siswa dapat memahami materi yang dijelaskan. Siswa yang tidak memenuhi asumsi pengetahuan prasyarat ini akan mengalami kesulitan dalam memahami;
·    Cenderung digunakan sebagai hafalan. Ada sebagaian guru yang menuntut siswanya untuk menghafal data, fakta dan angka. Tuntutan ini akan membatasi penggunaan hanya untuk alat menghafal;
·       Kadangkala memuat terlalu banyak terminologi dan istilah sehingga dapat menyebabkan beban kognitif yang besar kepada siswa;
·      Presentasi satu arah karena bahan ajar ini tidak interaktif sehingga cendrung digunakan dengan pasif, tanpa pemahaman yang memadai.

5.   Sistematika Penyusunan LKS
Langkah-langkah menyusun LKS adalah sebagai berikut.
1.      Analisis kurikulum untuk menentukan materi yang memerlukan bahan ajar LKS.
2.      Menyusun peta kebutuhan LKS.
3.      Menentukan judul-judul LKS.
4.      Penulisan LKS.
a.       Rumusan kompetensi dasar LKS diturunkan dari buku pedoman khusus pengembangan silabus.
b.      Menentukan alat penilaian.
c.       Menyusun materi.
(Abadi, Hartono, Junaedi, 2005 dalam Rahmawati, 2006:25).
Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut:
      Judul, mata pelajaran, semester, tempat
      Petunjuk belajar
      Kompetensi yang akan dicapai
      Indikator
      Informasi pendukung
      Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja
      Penilaian
Ada dua macam lembar kerja siswa (LKS) yang dikembangkan dalam pembelajaran di sekolah.
1.      Lembar Kerja Siswa Tak Berstruktur.
Lembar kerja siswa tak berstruktur adalah lembaran yang berisi sarana untuk materi pelajaran, sebagai alat bantu kegiatan peserta didik yang dipakai untuk menyampaiakn pelajaran. LKS merupakan alat bantu mengajar yang dapat dipakai untuk mempercepat pembelajaran, memberi dorongan belajar pada tiap individu, berisi sedikit petunjuk, tertulis atau lisan untuk mengarahkan kerja pada peserta didik.
2.      Lembar Kerja Siswa Berstruktur.
Lembar kerja siswa berstruktur memuat informasi, contoh dan tugas-tugas. LKS ini dirancang untuk membimbing peserta didik dalam satu program kerja atau mata pelajaran, dengan sedikit atau sama sekali tanpa bantuan pembimbing untuk mencapai sasaran pembelajaran. Pada LKS telah disusun petunjuk dan pengarahannya, LKS ini tidak dapat menggantikan peran guru dalam kelas. Guru tetap mengawasi kelas, memberi semangat dan dorongan belajar dan memberi bimbingan pada setiap siswa. (Indrianto, 1998:14-17).
Rumaharto (dalam Hartati, 2002:22) menyebutkan bahwa LKS yang baik harus memenuhi persyaratan konstruksi dan didaktik. Persyaratan konstruksi tersebut meliputi syarat-syarat yang berkenaan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosakata, tingkat kesukaran dan kejelasan yang pada hakekatnya haruslah tepat guna dalam arti dapat dimengerti oleh pihak pengguna LKS yaitu peserta didik sedangkan syarat didaktif artinya bahwa LKS tersebut haruslah memenuhi asas-asas yang efektif
Lembar kerja dapat digunakan sebagai pengajaran sendiri, mendidik siswa untuk mandiri, percaya diri, disiplin, bertanggung jawab dan dapat mengambil keputusan. LKS dalam kegiatan belajar mengajar dapat dimanfaatkan pada tahap penanaman konsep (menyampaikan konsep baru) atau pada tahap penanaman konsep (tahap lanjutan dari penanaman konsep). Pemanfaatan lembar kerja pada tahap pemahaman konsep berarti LKS dimanfaatkan untuk mempelajari suatu topik dengan maksud memperdalam pengetahuan tentang topik yang telah dipelajari pada tahap sebelumnya yaitu penanaman konsep (TIM PPPG Matematika dalam Rahmawati, 2006:27).
                    Di bawah ini dicantumkan beberapa format dari LKS yang berkaitan dengan materi Fisika (Besaran Fisika).     



SMP ………………………………                                           No. 01/1.I/2008-2009
TAHUN PELAJARAN 2008/2009


Lembar Kerja Siswa (LKS)
BESARAN FISIKA
(Waktu 2 x 40 menit)

Nama Kelompok : .........................................................................................
Nama Siswa : .........................................................................................
Kelas : .........................................................................................

A. Standar Kompetensi
1. Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan
    menggunakan peralatan

B. Kompetensi Dasar

     1.1. Mendeskripsikan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya

C. Indikator
     1. Siswa mampu mengklasifikasi besaran fisika dan bukan besaran fisika.
     2. Siswa mampu mendefinisikan besaran pokok.
     3. Siswa mampu mendefinisikan besaran turunan.

D. Langkah Pembelajaran
     1. Perhatikan kumpulan kata-kata berikut ini!

CANTIK
VOLUME
MANIS
MASSA

WAKTU
JELEK
INTENSITAS CAHAYA
BAGUS
INDAH
KUAT ARUS LISTRIK
JUMLAH MOLEKUL
SENANG
SUHU
ENERGI
SEDIH
MASSA JENIS ZAT
SIBUK
LUAS
HITAM
PANJANG
GAYA
GEMBIRA
DAYA
MENANGIS
PAHIT
VOLUME
ASIN
BERAT


2. Kelompokkan kata-kata di atas ke dalam tabel yang sesuai di bawah ini!



BESARAN FISIKA

BUKAN BESARAN FISIKA















3. Dari kelompok Besaran Fisika di atas, kelompokkan ke dalam tabel di bawah
    ini!


BESARAN POKOK

BESARAN TURUNAN
















4. Pindahkan Besaran Pokok di atas ke dalam tabel di bawah ini, kemudian
    lengkapilah satuan SI dan Alat ukurnya!

No.
Besaran Pokok
Satuan SI
Alat Ukurnya





























E. Diskusi!

1. Apa yang dimaksud dengan besaran fisika? Berikanlah contoh!
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................

2. Apa yang dimaksud dengan besaran pokok? Berikanlah contoh!
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................

3. Apa yang dimaksud dengan besaran turunan? Berikanlah contoh!
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................

F. Peta Konsep








DAFTAR PUSTAKA


Akhyar dan Musta’in. 1991. Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Jakarta:
         Rajawali Pers.

Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Belawati, Tian, dkk.. 2003. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Universitas
Terbuka.

Hamalik, Oemar. 1994. Media Pendidikan. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Herlika. 2006. Analisis LKS Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X Berdasarkan
Kurikulum Berbasis Kompetensi di MAN Malang. Malang: UIN Sunan Ampel.

Indrianto, Lis. 1998. Pemanfaatan Lembar Kerja Siswa Dalam Pengajaran Matematika Sebagai Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Matematika. Semarang: IKIP Semarang.
Rooijakkers, Ad.. 1993.  Mengajar dengan Sukses: Petunjuk untuk Merencakan
dan Menyampaikan Pengajaran. Jakarta: Grasindo.

Rahmawati, Laili. 2006. Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMP Salafiyah Pekalongan Kelas VII Semester II Tahun 2005/2006 dalam Pembelajaran Garis dan Sudut Melalui Implementasi metode Inkuiri dengan Memanfaatkan Lembar Kerja Siswa (LKS) (Skripsi). Tidak diterbitkan.

Siasiati, Hiba.  2005. Analasis Buku Teks Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas IV
SDN Sumbermulyo 1 Jogoroto Jombang. Malang: UIN Sunan Ampel Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam.

Silberman, Melvin L.. 2009. Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif.
Bandung: Nuansa.

Sujana, Nana. 1989.  CBSA dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sumber
Baru.





FORMAT WORKSHOP LKS




LEMBARAN KERJA SISWA (LKS)
                                        ...............................................................
                                                    (Waktu  ........................)

Nama Kelompok : .........................................................................................
Nama Siswa : .........................................................................................
Kelas : .........................................................................................

A. Standar Kompetensi



B. Kompetensi Dasar



C. Indikator





    


D. Langkah Pembelajaran









Mekanisme atau Petunjuk Penggunaan Format Workshop LKS
      Melakukan analisis kurikulum;
      Merumuskan:
·         Standar Kompetensi (SK)
·         Kompetensi Dasar (KD)
·         Indikator
      Menetapkan materi pembelajaran.
      Menyusun peta kebutuhan LKS
      Menentukan judul LKS
      Menulis LKS
      Menentukan alat penilaian

FORMAT  1 WORKSHOP ASESMEN


KISI-KISI PENULISAN TES HASIL BELAJAR ......................


Jenis Sekolah             :  .......................................................................
Mata Pelajaran          :  ........................................................................
Bentuk Soal/Tes         :  .......................................................................
Kurikulum Acuan      :  .......................................................................
Jumlah Soal               :  ......................................................................
Waktu                        :  ......................................................................
Penyusun                   :  .....................................................................
Standar Kompetensi :

No.
Kompetensi Dasar
Materi
Pokok

Indikator

Kelas/
Sms
Aspek Kognitif
C1
C2
C3
C4
C5
C6













Keterangan:
C1  =  Pengetahuan (Knowledge).
C2  =  Pemahaman (Comprehension)
C3  =  Aplikasi (Application)
C4  =  Analisis (Analysis)
C5  =  Sintesis (Synthesis)
C6  =  Evaluasi (Evaluasi)

Mekanisme atau Petunjuk Penggunaan Format 1 Workshop Asesmen
      Melakukan analisis kurikulum;
      Menentukan hasil belajar   (sesuai dengan bidang studi)
      Mengisi:
      Jenis sekolah (SD / SMP/ SMA/SMK)
            Mata Pelajaran  (Matematika, IPS, Bahasa Indosenesia, dstnya),
            Bentuk Soal (Essai / Obyektif),
            Kurikulum Acuan (KTSP , dll)
            Jumlah Soal  (...........    butir soal)
            Waktu   ( ..........  Menit)
            Nama Penyusun Tes
      Merumuskan Standar Kompetensi (SK)
      Membuat Tabel Kisi-kisi Tes hasil belajar
      Merumuskan Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator
      Menetapkan materi pembelajaran.
      Menetapkan kelas / semester
      Menetapkan aspek kognitif  (C1, C2, C3, C4, C5, C6)
Bagi level pendidikan SD, aspek kognitif dari C1, C2, dan C3
Bagi level pendidikan SMP, SMA, dan SMK, aspek kognitif diharapkan dari C1 sampai C6,
      Menuliskan Butir Soal  (Obyektif / Essai)



FORMAT 2 WORKSHOP ASESMEN (RUBRIK)


KISI-KISI PENULISAN RUBRIK

Jenis Sekolah             :  .......................................................................
Mata Pelajaran          :  ........................................................................
Jenis Tagihan             :  .......................................................................
Kurikulum Acuan      :  .......................................................................
Waktu                        :  ......................................................................
Penyusun                   :  .....................................................................
Standar Kompetensi :

No.
Kompetensi Dasar
Materi
Pokok

Indikator

Kelas/
Sms
Bentuk
Soal
Nomor
Soal






























Petunjuk Pengisian Rubrik


No butir

Aspek Keterampilan

Skor
5
4
3
2
1
























































































































Mekanisme atau Petunjuk Penggunaan Format 2 Workshop Asesmen
Mekanisme atau Petunjuk Penggunaan Format 1 Workshop Asesmen
      Melakukan analisis kurikulum;
      Menentukan rubrik   (sesuai dengan bidang studi)
      Mengisi:
      Jenis sekolah (SD / SMP/ SMA/SMK)
            Mata Pelajaran  (Matematika, IPS, Bahasa Indosenesia, dstnya),
            Jenis Tagihan (Ulangan Harian / Semester),
            Kurikulum Acuan (KTSP , dll)
            Waktu   ( ..........  Menit)
            Nama Penyusun Tes
      Merumuskan Standar Kompetensi (SK)
      Membuat Tabel Kisi-kisi Rubrik
      Merumuskan Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator
      Menetapkan materi pembelajaran.
      Menetapkan kelas / semester
      Menetapkan bentuk soal dan nomor soal
      Membuat tabel rubriks (no. Butir, Aspek Keterampilan, dan Skor)
      Menuliskan Butir Aspek Keterampilan