Friday, 25 March 2016

Abstrak Penelitian Pendidikan diKutip dari Jurnal Penelitian

Pada kesempatan kali ini penulis mencuba untuk merangkumkan beberapa hasil penelitian tentang pendidikan, rangkuman hasil penelitian ini di... thumbnail 1 summary
Pada kesempatan kali ini penulis mencuba untuk merangkumkan beberapa hasil penelitian tentang pendidikan, rangkuman hasil penelitian ini dirangkum dari Jurnal UPI. Vol 14 No. 2 Oktober 2014. Tujuan dari penulisan ini yaitu memberikan opsi dalam memperluas pengetahuan pembeaca tentang hasil penelitian yang telah dilakukan, dan bahwa telah dilakukan penelitian tentang sesuatu hal. Dengan hal tersebut maka, diharapkan para peneliti selanjutnya dapat menggunakan penelitian ini sebagai landasan dalam mengembangkan penelitianpenelitian selanjutnya.

Berikut ini adalah hasilnya:

 

KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUNDA DALAM MEMITIGASI BENCANA DAN APLIKASINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS BERBASIS NILAI

Abstrak
Pendidikan yang berbasis pada budaya lokal dengan berbagai kearifan akan lebih baik untuk membentuk watak dan mengembangkan potensi diri daripada pendidikan yang bersumber dari budaya di luar peserta didik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menginventarisasi, orientasi, dan interpretasi kearifan lokal yang hidup pada masyarakat dan budaya Sunda. Tempat penelitian berada di lima lokasi komunitas adat di Jawa Barat dan Banten yaitu Desa Pangandaran, Kampung Kuta, Kampung Naga, Ciptagelar, dan Kanekes. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah bahwa: Setiap masyarakat adat pada kebudayaan Sunda memiliki bentuk kearifan lokal yang sangat signifikan dalam memitigasi bencana. Pada umumnya masyarakat adat sudah menyadari bahwa jika lingkungan rusak maka akan ditimpa bencana, walaupun cara pemeliharaannya melalui mitos dan aturan adat.Hasil penelitian berupa interpretasi kearifan lokal yaitu ada tiga yaitu (1) Bangunan Rumah Bambu; (2) Tata Ruang & Zonasi Penggunaan Lahan dalam Skala Mikro; (3) Pengelolaan Lahan Secara Ramah Lingkungan. Rekomendasi penelitian ini adalah bahwa kearifan lokal sangat layak untuk dijadikan bahan ajar di sekolah dengan berbagaibentuknya baik berupa narasi, cerita, maupun komik.

 

NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA DALAM KHAZANAH SASTRA SUNDA KLASIK: TRANSFORMASI DARI KELISANAN (ORALITY) KE KEBERAKSARAAN (LITERACY) CARITA PANTUN MUNDINGLAYA DI KUSUMAH (KAJIAN STRUKTURAL-SEMIOTIK DAN ETNOPEDAGOGI)

Dedi Koswara, Dingding Haerudin, Ruswendi Permana
Abstrak
Penelitian mengenai cerita pantun Sunda dewasa ini jauh lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan penelitian tentang teks sastra Sunda tertulis seperti yang berupa naskah (manuscript: handschrift). Dalam cerita pantun sarat dengan nilai-nilai pendidikan karakter, seperti dalam dalam teks Cerita pantun Mundinglaya Di Kusuma (CPMK). Beberapa alasan pentingnya dilakukan penelitian terhadap teks CPMK adalah sebagai berikut: (1) Teks CPMK belum pernah diteliti mengenai transformasi dari kelisanan ke keberaksaraannya, (2) Teks CPMK belum pernah dikaji secara struktural-semiotik, (3) Teks CPMK belum pernah dikaji berdasarkan pendekatan etnopedagogi sehingga diperoleh informasi berkenaan dengan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa dari teks tersebut. Pendekatan sastra yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif dengan metode struktural-semiotik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Tradisi dan transmisi penurunan teks CPMK dilakukan secara lisan melalui pergelaran mantun, sedangkan tradisi dan transmisi teks tulis WMK tidak dapat diketahui dengan pasti karena teks itu merupakan satu teks unikum. (2) Teks lisan CPMK dan WMK memiliki struktur formal dan struktur naratif. Struktur formal CPMK terbentuk oleh 8 formula, sedangkan struktur formal WMK terbentuk oleh puisi pupuh. Struktur naratif CPMK tersusun dalam 13 fungsi dan 7 lingkungan tindakan, sedangkan struktur naratif WMK tersusun dalam 6 model aktan dan 1 model fungsional yang terdiri atas 3 tahapan jalan cerita. (3) Transformasi yang terjadi dari kelisanan (orality) CPMK ke keberaksaraan (literacy) WMK ada pada tataran bentuk formal, sedangkan tataran isi cerita tetap sama. (4) Hadirnya transformasi dari kelisanan CPMK ke keberaksaraan WMK, secara semiotik, dapat dimaknai sebagai suatu upaya untuk melestarikan dan mempertahankan eksistensi nilai ajaran moral yang tertuang dalam cerita pantun ke dalam era (zaman) wawasan sejalan dengan situasi dan kondisi serta minat masyarakat Sunda masa itu.

Kata kunci : pendidikan, karakter, etnopedagogi

 

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BELAJAR ARITMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIS SISWA SD

Karlimah, Yusuf Suryana, Hery Santosa, Dodi Mohamad Kholid
Abstrak
Banyak multimedia belajar aritmatika untuk siswa SD yang beredar di masyarakat. Apakah berisi materi aritmatika secara lengkap, serta benar secara konsep dan proses? Apakah menggunakan bunyi yang sesuai dengan materi, nyaman dan menggugah untuk belajar? Apakah gambar (bentuk, warna, proporsi, dan animasi) sesuai dengan materi dan karakter siswa SD? Untuk mengetahui hal tersebut diperlukan alat ukur multimedia belajar aritmatika untuk siswa SD. Diperlukan metode survey terhadap 30 keping CD belajar aritmatika untuk siswa SD kelas I sampai kelas VI dari berbagai produksi. Hasil observasi, dapat menentukan alat ukur multimedia belajar aritmatika untuk siswa SD yang valid dan reliabel. Diperoleh indikator utama dalam mengukur komponen isi/materi, audio dan visual multimedia belajar aritmatika untuk siswa SD. Alat ukur komponen isi/materi menggunakan sembilan indikator, komponen audio lima indikator, dan komponen visual 10 indikator. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kandungan isi/materi belum lengkap. Diperlukan peningkatan penyampaian materi secara konsep dan proses berdasar sembilan indikator. Terutama kreativitas dalam memberikan materi, gerak visual (animasi) dalam menyimulasikan materi, dan penggunaan ikon yang mudah dan tidak rumit. Ditinjau dari audio, terdapat kelemahan dalam: 1) komposisi musik dari beberapa karya yang sudah ada (tidak orsinal), 2) hubungan musik dengan visual gerak dan materi bahan ajar, sehingga musik hanya berfungsi sebagai pelengkap, 3) pengolahan warna bunyi dalam musik (timbre) secara menarik dan komunikatif, 4) musik yang merupakan suatu rangkaian komposisi yang utuh, 5) musik yang memotivasi siswa, 6) perhatian terhadap unsur-unsur elemen dasar musik dan instrumentasi, 7) arransemen yang terolah terkesan monoton. Ditinjau dari komponen visual, terdapat kekuatan dalam: 1) penggunaan warna yang meriah, 2) warna warni yang jelas tapi lembut, 3) tampilan bentuk yang tidak biasa, 4) bentuk mengarah ke fantastik. Kelemahan yang sangat tinggi ditunjukkan dalam: 1) pengolahan unsur gerak visual yang monoton, 2) pengolahan unsur gerak visual yang kaku, 3) pengolahan unsur gerak visual yang tidak sesuai dengan alur penyampaian materi.

Kata kunci : multimedia, aritmatika

 

MODEL BIMBINGAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN

Aam Kurnia
Abstrak
Penelitian ini dimotivasi oleh pentingnya permainan bagi kehidupan anak usia dini untuk membantu menciptakan iklim yang kondusif yang memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk: mengembangkan penerimaan diri dan orang lain, memberikan ide-ide, perasaan, dukungan untuk solusi masalah, membuat keputusan yang tepat, praktek baru perilaku, dan bertanggung jawab atas pilihan yang ditentukan sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model bimbingan untuk mengembangkan karakter anak usia dini melalui permainan. Studi penelitian ini menggunakan dan pengembangan pendekatan dengan campuran desain metode penelitian. Penelitian ini jelaskan dalam tahapan sebagai berikut: (1) mempelajari konsep teoritis dan kebutuhan pembangunan, (2) mengembangkan model panduan hipotetis untuk mengembangkan karakter anak usia dini, (3) menguji model hipotetis, (4) merevisi hipotesis menjadi model bimbingan yang efektif dalam mengembangkan karakter anak usia dini melalui permainan, (5) mengembangkan panduan guru untuk menerapkan model diuji, dan(6) mengembangkan program pelatihan bagi para pengguna model. Studi ini muncul dengan temuan utama bahwa model yang dibangun terbukti efektif untuk mengembangkan karakter anak usia dini. Tiga buklet yang disediakan untuk para pengguna model yang diuji: (1) deskripsi model diuji, (2) pedoman untuk menggunakan model diuji, dan(3) program pelatihan bagi pengguna model yang diuji.

Kata kunci : Pengguna model, anak usia dini

 

MERANCANG SILABUS BERBASIS TEKS UNTUK PENGAJARAN KELAS MENULIS AKADEMIK BAHASA INGGRIS (Sebuah Studi Kasus pada Seorang Guru Bahasa Inggris dari sebuah Institusi di Bandung)

Raden Maesaroh
Abstrak
Penelitian ini mengkaji mengenai investigasi perancangan silabus berbasis teks dalam kelas menulis Akademik Bahasa Inggris, khususnya berfokus pada pengajaran menulis makalah penelitian dalam bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses perancangan silabus berbasis teks yang dilakukan oleh guru di dalam kelas menulis akademik bahasa Inggris dengan menggunakan kerangka kerja yang diusulkan oleh Feez dan Joyce (1998). Hasilnya menunjukkan bahwa guru telah melakukan semua langkah perancangan silabus berbasis teks yang diusulkan oleh Feez dan Joyce (1998). Dalam hal ini, guru mengikutkan proses analisis kebutuhan, perencanaan program pengajaran, perencanaan evaluasi untuk program pengajaran termasuk penyerahan laporan, pencatatan dan pelaporannya sendiri. Hal ini menunjukkan pemahaman guru terhadap perancangan sebuah silabus berbasis teks yang mungkin saja dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuannya dalam menulis makalah penelitian dalam bahasa Inggris. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa guru melakukan proses negosiasi dengan siswanya setelah silabus dirancang dan sebelum pemelajaran dimulai sebagai sebuah bentuk evaluasi silabus yang mungkin dapat menyebabkan silabus untuk diubah dan meningkatkan kualitas silabusnya.

Kata kunci : silabus berbasis teks, perancangan, menulis akademik bahasa inggris

 

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI DENGAN SIKLUS BELAJAR 5E UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS

R. Hamidatul Asna
Abstrak
Penelitian ini berawal dari permasalahan pada pembelajaran IPA yang cenderung “content transmission” dan “teacher centered”. Pembelajaran demikian mengakibatkan proses penalaran siswa menjadi terbatas. Hal itu mendorong dilakukan penelitian dengan tujuan meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Selanjutnya disusun rancangan penelitian strategi pembelajaran berbasis inkuiri dengan siklus belajar 5E untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian pretest- postest control group design. Hasil analisis uji hipotesis diperoleh kemampuan berpikir kritis kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol setelah pembelajaran. Dengan demikian pembelajaran berbasis inkuiri dengan siklus belajar 5E sangat siginifikan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.

Kata kunci : pembelajaran berbasis inkuiri, siklus belajar 5E, berpikir kritis

 

IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS TANTANGAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA SMP PADA TEMA PEMANASAN GLOBAL

Rahmat Hidayat
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan informasi bagaimana implementasi pendekatan pembelajaran berbasis tantangan untuk meningkatkan keterampilan generik sains dan pemahaman konsep IPA pada tema pemanasan global. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperiment dengan desain One Group Pretest-Postest. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII dengan jumlah siswa 31 orang di salah satu SMP Negeri di Kab. Bandung Barat Propinsi Jawa Barat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes keterampilan generik sains dan tes pemahaman konsep, serta skala sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan pembelajaran berbasis tantangan pada tema Pemanasan Global dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dan keterampilan generik sains siswa yang ditunjukkan dengan presentase nilai rata-rata gain yang dinormalisasi untuk pemahaman konsep sebesar 0,34 (katagori sedang) dan keterampilan generik sains sebesar (0,44) (katagori sedang). Dan hasil analisis data skala sikap menunjukkan bahwa hampir semua siswa setuju terhadap implementasi pendekatan pembelajaran berbasis tantangan dengan prosentase persetujuan sebesar (83,49%). Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan pembelajaran berbasis tantangan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dan keterampilan generik sains siswa.

Kata kunci : pendekatan pembelajaran berbasis tantangan, pemahaman konsep, keterampilan generik sains, pemanasan global

 

MEMBANGUN WAWASAN GLOBAL WARGA NEGARA MUDA

Mukhamad Murdiono
Abstrak
Warga negara muda memiliki peran penting dalam pergaulan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana membangun wawasan global sesuai karakteristik warga negara muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory. Sumber data terdiri dari sumber kepustakaan dan responden yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membangun wawasan global warga negara muda harus memperhatikan aspek perkembangan biologis (fisik), kognitif, bahasa, dan sosioemosional. Warga negara muda termasuk dalam periode masa remaja. Pada periode ini, seorang anak semakin ingin bebas dan mencari jati diri. Pemikiran mereka menjadi semakin abstrak, logis, dan idealis.

Kata kunci : pendidikan kewarganegaraan, wawasan global, warga negara muda

 

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERPIKIR INDUKTIF YANG BERORIENTASI KECERDASAN NATURALIS MELALUI MEDIA FOTO JURNALISTIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA SISWA SMAN 1 GARUT (Studi Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas XII SMAN 1 Garut)

Yulianti
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran berpikir induktif yang berorientasi pada kecerdasan naturalis melalui media foto jurnalistik dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa SMAN 1 Garut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi terhadap siswa kelas XII SMAN 1 Garut. Data penelitian ini dikumpulkan melalui tes tertulis membuat puisi, lembar observasi, dan skala sikap. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) model pembelajaran berpikir induktif yang berorientasi pada kecerdasan naturalis melalui media foto jurnalistik efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa
SMAN 1 Garut; (2) model pembelajaran berpikir induktif yang berorientasi pada kecerdasan naturalis melalui media foto jurnalistik dapat mempermudah siswa menemukan dan mengembangkan ide dalam membuat puisi.

Kata kunci : model berpikir induktif, kecerdasan naturalis, foto jurnalistik

 

PROBLEMATIKA YANG DIHADAPI KELUARGA DARI ANAK DENGAN INTELLECTUAL DISABILITY (STUDI ETNOGRAFI)

Lidanial
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menggambarkan secara mendalam problematika yang dihadapi oleh keluarga dari anak dengan intellectual disability (ID) yang tinggal di daerah pedesaan, dengan beberapa pertanyaan penelitian: (1) Bagaimana persepsi keluarga terhadap anak dengan ID? (2) Bagaimana proses penerimaan keluarga terhadap kehadiran anak dengan ID? (3) Apakah dampak kehadiran anak dengan ID di tengah-tengah sebuah keluarga? (4) Bagaimana pengharapan masa depan keluarga terkait dengan kondisi anak dengan ID? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Subjek penelitian ini adalah empat keluarga yang memiliki anak dengan ID dan dua tokoh masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa hal sebagai berikut: (1) mayoritas keluarga memiliki persepsi yang salah terhadap anak dengan ID, yang berawal dari pengetahuan mereka yang sangat terbatas tentang ID dan berujung pada intervensi yang salah; (2) semua keluarga masih berada dalam proses menuju penerimaan; (3) kehadiran anak dengan ID di tengah-tengah keluarga memunculkan berbagai dampak negatif dan positif, baik secara personal, secara interpersonal dalam satu keluarga, maupun secara interaksional keluarga dengan lingkungan sekitar; (4) mayoritas keluarga berharap anak mengalami kesembuhan atau menjadi normal.

Kata kunci : intellectual disability, persepsi, proses penerimaan, dampak, pengharapan masa depan

 

PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN PADA SMK DI KOTA BANDUNG

Endang Herawan, Dedy Achmad Kurniady, Sururi
Abstrak
Penelitian ini dilakukan atas dasar adanya hasil pengamatan ada beberapa lulusan SMK sudah mampu bersaing dengan lulusan pendidikan tinggi, tetapi hal tersebut masih sebagian kecilnya saja dan itupun bagi lulusan yang memang mempunyai daya juang dan kreativitas yang tinggi. Walaupun inovasi-inovasi pembelajaran yang dilakukan sekolah dan daya dukung dari pihak dunia usaha dan industry disinyalir terjadi peningkatan, namun tetap saja menimbulkan permasalahan yang sepertinya mengulang masalah lalu. Model Pengembangan Manajemen Mutu Pendidikan kaitannya dengan efektivitas penyelenggaraan pendidikan SMK di Kota Bandung bertujuan untuk: 1) Memverifikasi dan mendeskripsikan data tentang rencana dan program pendidikan yang dikembangkan dalam upaya meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan, 2) Memverifikasi, mendeskripsikan dan memaknai strategi pelaksanaan rencana dan program pendidikan pada SMKN di Kota Bandung, 3) Memverifikasi dan mendeskripsikan pengawasan yang dilaksanakan oleh pimpinan sekolah, dan 4) Memverifikasi upaya-upaya perbaikan guna mewujudkan pendidikan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan dunia industri. Hasil penelitian sementara ini menemukan bahwa secara prinsipnya sekolah sudah mempunyai model manajemen mutu, dengan mengembangkan system penjaminan mutu berbasis pada ISO 9001:2008. Namun, system tersebut baru hanya sebatas pada prosedur dan prasyarat untuk kepentingan akteditasi dan menarik perhatian bagi pengguna jasa pendidikan, belum sepenuhnya menjadi landasan atau dasar dalam menjalankan proses pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industry. Berdasarkan hal tersebut, maka sudah sewajarnya penelitian yang berkaitan dengan pengembangan model manajemen mutu pendidikan di SMK perlu
dilakukan, sebagai bahan pertimbangan dan rujukan dalam rangka lebih meningkatkan hasil pendidikan yang bermutu.

Kata kunci : manajemen mutu, perencanaan mutu, pengendalian/pengendalaian mutu, dan penjaminan mutu
Demikian adalah abstrak dari hasil penulisan yang saya kutip dari website UPI, selanjutnya untuk melihat lebih jelas, dapat melihat artikel dari jurnal tersebut pada website UPI, dengan mengunjungi jurnal mimbar pendidikan milik UPI. Berikut ini websitenya :http://jurnal.upi.edu/penelitian-pendidikan
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment