Thursday, 16 April 2015

Saran untuk calon guru Indonesia

Kepada Yth. Calon Guru di Indonesia Assalamualaikum.Wr.Wb Pendidikan merupakan pondasi pembangunan bangsa, tombak yang digunakan... thumbnail 1 summary
Kepada
Yth. Calon Guru
di Indonesia

Assalamualaikum.Wr.Wb

Pendidikan merupakan pondasi pembangunan bangsa, tombak yang digunakan untuk memajukan bangsa, dan tameng dari serangan degradasi moral bangsa.Dengan pendidikan sejatinya negara kita telah menjadi negara yang maju, dengan jumlah penduduk salah satu yang tersebsar di dunia, maka saya bermimpi bahwa negara Indonesia adalah negara adidaya di dunia. hal tersebut tidak terlepas ketika pendidikan di Indonesia telah maju.

Membuat Indikator Baik dan Benar

Assalmualikum.Wr.Wb, selamat pagi bapak Ibu sekalian, pada kesempatan kali ini penulis mencoba untuk sedikit berbagai tentang bagaimana me... thumbnail 1 summary
Assalmualikum.Wr.Wb, selamat pagi bapak Ibu sekalian, pada kesempatan kali ini penulis mencoba untuk sedikit berbagai tentang bagaimana membuat sebuah Indikator pembelajaran. Dalam pelaksanaan tugas dari seorang guru, tentu guru akan erat kaitannya dengan SK-KD. Penjabaran SK dan KD sebagai bagian dari pengembangan KTSP dilakukan melalui pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Silabus merupakan penjabaran lebih lanjut dari SK dan KD yang selanjutnya menjadi indikator, kegiatan pembelajaran, materi pembelajaran dan penilaian. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu KD yang ditetapkan dalam SI dan telah dijabarkan dalam silabus.Berdasarkan uraian di atas, maka pengembangan indikator merupakan langkah strategis dalam peningkatan kualitas pembelajaran di kelas dan pencapaian kompetensi peserta didik. Dengan demikian diperlukan panduan pengembangan indikator yang dapat dijadikan pedoman bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan SK dan KD tiap mata pelajaran.

Wednesday, 15 April 2015

DOWNLOAD CONTOH PROMES (PROGRAM SEMSTER) KELAS 1-6 SD file type, doc

Assalamualikum Wr.Wb. Selamat datang bapak/ibu, pada kesempataann kali ini penulih hendak, berbagi sedikit tentang contoh PROMES. Namun se... thumbnail 1 summary
Assalamualikum Wr.Wb.
Selamat datang bapak/ibu, pada kesempataann kali ini penulih hendak, berbagi sedikit tentang contoh PROMES. Namun sebenarnya apakah yang dimaksut dengan PROMES Itu?
Promes merupakan penjabaran dari program tahunan, promes atau Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal hal yang hendak dicapai dalam semester tersebut.

Berikut ini contoh PROMES yang dapat Bapak/Ibu download pada link dibwah ini:
PROGRAM SEMESTER KELAS 1
Program Pembelajaran Dan Matrik Hubungan Kompetensi Kelas 1 Semester 1
Program Pembelajaran Dan Matrik Hubungan Kompetensi Kelas 1 Semester 2

PROGRAM SEMESTER KELAS 2
Program Pembelajaran Dan Matrik Hubungan Kompetensi Kelas 2 Semester 1
Program Pembelajaran Dan Matrik Hubungan Kompetensi Kelas 2 Semester 2

PROGRAM SEMESTER KELAS 3
Program Pembelajaran Dan Matrik Hubungan Kompetensi Kelas 3 Semester 1
Program Pembelajaran Dan Matrik Hubungan Kompetensi Kelas 3 Semester 2

PROGRAM SEMESTER KELAS 4
Program Pembelajaran / Program Semester Kelas 4 Semester 1
Program Pembelajaran / Program Semester Kelas 4 Semester 2

PROGRAM SEMESTER KELAS 5
Program Pembelajaran / Program Semester Kelas 5 Semester 1
Program Pembelajaran / Program Semester Kelas 5 Semester 2

PROGRAM SEMESTER KELAS 6
Program Pembelajaran / Program Semester Kelas 6 Semester 1
Program Pembelajaran / Program Semester Kelas 6 Semester 2

PROGRAM SEMESTER BAHASA INGGRIS
Program Pembelajaran / Program Semester Bahasa Inggris Semester 1
Program Pembelajaran / Program Semester Bahasa Inggris Semester 2

PROGRAM SEMESTER PAI
Program Pembelajaran / Program Semester PAI Semester 1
Program Pembelajaran / Program Semester PAI Semester 2

PROGRAM SEMESTER PENJASKES / PJOK
Program Pembelajaran / Program Semester Penjas / PJOK Semester 1
Program Pembelajaran / Program Semester Penjas / PJOK Semester 2











DOWNLOAD CONTOH PROTA KELAS 1, 2, 3, 4, 5, 6 SD (PROGRAM TAHUNAN) File type: .doc

Asslamualaikum, Bapak atau Ibu Guru sekalian. Ini merupakan titik balik dari BLOG "WEBLOG EDUCATION" yang mana akan lebih memfo... thumbnail 1 summary
Asslamualaikum, Bapak atau Ibu Guru sekalian.
Ini merupakan titik balik dari BLOG "WEBLOG EDUCATION" yang mana akan lebih memfokuskan posting berupa artikel atau bahan yang dibutuhkan guru. Hal ini tidak lepas dari tujuan penulis yang berharap BLOG penulis dapat membantu guru dalam melaksanakan tugas pengabdiannya untuk Indonesia.

Pada kali ini, penulis akan memposting kaitannya dengan Prota. Para guru tentu sudah tidak asing lagi dengan Prota.  Progam Tahunan (PROTA) adalah penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan (standar kompetensi dan kompetensi dasar) yang telah ditetapkan. Prota merupakan progam umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, berisi tentang garis-garis besar yang hendak dicapai dalam satu tahun. Penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa.Prota dikembangkan oleh guru maata pelajaran yang bersangkutan. Prota dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran dimulai.


Dalam menyusun Prota, komponen yang harus ada:
1.      Identitas :
a.       Mata Pelajaran
b.      Kelas
c.       Tahun Pelajaran
2.      Format Isian :
a.       Semester
b.      Standar Kompetensi
c.       Kompetensi Dasar
d.      Materi Pokok
e.       Alokasi Waktu
Format Prota
Satuan Pendidikan                       :
Mata Pelajaran                             :
Kelas                                            :
Tahun Pelajaran                           :
Semester
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi Pokok
Alokasi Waktu
Mengetahui,
Kepala Sekolah                                                                            Guru Kelas...
NIP.                                                                                              NIP. 
Untuk lebih memudahkan guru-guru dalam membuat PROTA, Bapak/ibu guru dapat mendwonloadnya pada link di bawah ini:
Contoh PROTA SD
Program Tahunan Kelas 1, 2, dan 3 SD
Kelas 3 semester 1 dan 2
Link Google Drive

Thursday, 9 April 2015

PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN IPA

BAB IV                                                                              PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN IPA A.      ... thumbnail 1 summary


BAB IV
                                                                            
PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN IPA

A.     Perkembangan IPA
Manusia di samping mempunyai naluri dan nurani, manusia juga memiliki nalari. Dengan nalari itu, manusia menggunakan kemampuan otaknya untuk melakukan penalaran, pemikiran logis dan analisis. Berlandaskan kemampuan tersebut maka pengetahuan yang diperoleh saat ini merupakan dasar dari munculnya rasa ingin tahu manusia tersebut selalu berkembang (curiousity). Dengan nurani, manusia selalu ingin berbuat baik untuk dirinya dan lingkungannya.

METODE ILMIAH DAN METODE NON-ILMIAH

BAB III METODE ILMIAH DAN METODE NON-ILMIAH A.     Pengertian metode Ilmiah dan non ilmiah.         1. Metode Ilmiah Metode ... thumbnail 1 summary


BAB III

METODE ILMIAH DAN METODE NON-ILMIAH

A.    Pengertian metode Ilmiah dan non ilmiah. 

     1. Metode Ilmiah
Metode Ilmiah merupakan suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Metode ini menggunakan langkah-langkah yang sistematis, teratur dan terkontrol. Metode ilmiah merupakan rangkaian struktur kerja yang tidak dapat dipisahkan.

ALAM PIKIR MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA

BAB II ALAM PIKIR MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA A.       Hakekat Manusia dan Sifat Keingintahuannya 1.       Hakekat Manusia ... thumbnail 1 summary


BAB II

ALAM PIKIR MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA

A.      Hakekat Manusia dan Sifat Keingintahuannya
1.      Hakekat Manusia
Manusia dengan kemampuan berpikir dan bernalar, dengan akal serta nuraninya memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik dan bijaksana untuk dirinya maupun lingkungannya. Akal bersumber pada otak dan budi bersumber pada jiwa. Oleh karena itu, sejalan dengan perkembangannya manusia memanfaatkan akal budi yang dimilikinya dan juga ditunjang dengan rasa ingin tahu (kuriositas), maka berkembanglah pula ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Perkembangan pengetahuan pun lebih berkembang lagi manakala ditunjang dengan adanya tukar menukar informasi antar manusia.

Manusia sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan penghuni bumi lainnya. Beberapa kelebihan manusia dari pada makhluk lainnya antara lain:
a.       Manusia sebagai makhluk berpikir dan bijaksana (Homo sapiens) yang dicerminkan dalam tindakan dan perilakunya terhadap lingkungannya.
b.      Manusia sebagai pembuat alat karena sadar akan keterbatasan inderanya.
c.       Manusia dapat berbicara (Homo Langues) baik secara lisan maupun tulisan.
d.      Manusia dapat hidup bermasyarakat (Homo sosius) dan berbudaya (Homo Humanis).
e.       Manusia dapat mengadakan usaha (Homo Economicus).
f.       Manusia mempunyai kepercayaan dan beragama (Homo religious).

2.      Sifat Keingintahuan Manusia
Binatang mempunyai insting untuk kelangsungan hidupnya, memperoleh makanan, serta hal-hal lainnya. Aktivitas tersebut tidak berubah dari waktu ke waktu dan dinyatakan sebagai rasa keingintahuan yang tidak berkembang atau biasa disebut idle curiousty. Sedangkan manusia menggunakan kemampuan otaknya untuk melakukan penalaran, pemikiran logis, dan analis. Oleh karena itu, manusia memiliki rasa ingin tahu yang selalu berkembang yang biasa disebut dengan curiousity.

Secara sederhana perkembangan rasa ingin tahu ini dimulai dengan pertanyaan what “apa” tentang sesuatu kemudian dilanjutkan dengan how “bagaimana” kemudian why “mengapa”. Pengetahuan yang diperoleh dari alam semesta ini selanjutnya merupakan dasar dari perkembangan ilmu pengetahuan alam. Semua pengetahuan dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Ilmu ini terus berkembang sejalan dengan sifat manusia yang selalu ingin tahu,terutama tentang benda yang ada disekelilingnya,alam jagad raya,bahkan dirinya sendiri. Hal tersebut mendorong manusia untuk memahami serta menjelaskan gejala-gejala yang terjadi dan dorongan rasa ingin tahu manusia tersebut membuat mereka mencari jalan keluar dari setiap apa yang terjadi. Pengetahuan tentang satu masalah mendatangkan pertanyaan (masalah) lain yang ingin dijawab.

Manusia dengan rasa keingintahuannya yang besar selalu berusaha mencari jawaban atas fenomena yang terjadi. Seringkali mereka menerka-nerka sendiri jawabannya. Terkadang jawaban itu tidak logis namun mudah diterima oleh masyarakat awam. Misalnya “Mengapa ada pelangi?” kemudian mereka membuat jawaban, pelangi adalah selendang bidadari atau “Mengapa gunung meletus?” jawabannya karena yang berkuasa marah. Dari hal ini timbulnya pengetahuan tentang bidadari dan sesuatu yang berkuasa. Pengetahuan baru itu muncul dari kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan yang disebut mitos. Cerita-cerita mitos disebut legenda. Mitos dapat diterima karena keterbatasan penginderaan, penalaran, dan hasrat ingin tahu yang harus dipenuhi. Sehubungan dengan dengan kemajuan zaman, maka lahirlah ilmu pengetahuan dan metode (Maskoeri Jasin, 2008: 3).

Berbagai cara dilakukan untuk memperoleh pengetahuan, baik melalui pendekatan non-ilmiah (sains semu) ataupun ilmiah. Cara memperoleh pengetahuan dengan pendekatan sains semu dilakukan dengan mengandalkan perasaan, keyakinan tanpa diikuti proses pemikiran yang cermat. Pengetahuan yang diperoleh bisa benar bisa salah seperti pada cara prasangka atau intuisi, serta tidak efisien karena harus mencoba tanpa dasar dan kalaupun benar seringkali hanya kebetulan saja.

B.     Perkembangan Fisik, Sifat dan Pikiran Manusia
1.    Perkembangan Fisik Manusia
Manusia sebagai makhluk memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Maskoeri Jasin, 2008: 1)
a.       Memiliki organ tubuh yang kompleks dan sangat khusus terutama otaknya.
b.      Mengadakan metabolisme atau penyusunan dan pembongkaran zat, yakni ada zat yang masuk dan keluar.
c.       Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar.
d.      Memiliki potensi untuk berkembang.
e.       Tumbuh dan berkembang.
f.       Berinteraksi dengan lingkungannya.
g.      Bergerak

Tubuh manusia berubah mulai sejak berupa sel sederhana yang selanjutnya secara bertahap menjadi manusia yang sempurna. Sel sederhana berasal dari sel kromosom sperma yang identik dengan kromosom sel telur, pada prosesnya akan terjadi kromosom yang tidak homolog yang akan menjadi laki-laki. Lima minggu setelah terjadi konsepsi, bakal jantung mulai berdenyut yang selanjutnya akan membagi menjadi serambi kiri dan kanan pada minggu ke-9. Sedangkan pada minggu ke-13, janin sudah mulai berbentuk yang ditandai dengan berfungsinya berbagai organ, yang selanjutnya pada usia 18 minggu mulai terasa gerakan dari janin.
Pada usia 32 minggu, janin mulai mempersiapkan diri untuk dilahirkan dengan kepala di bawah makin mendekati lubang kelahiran. Pada saat ini gerakan semakin berkurang. Perkembangan tercepat terjadi pada saat setelah kelahiran sampai remaja. Bayi manusia (usia 0-2 tahun) tumbuh dan berkembang menjadi anak yang pandai berbicara, membaca, berhitung dan mampu bergerak dengan lincah. Kemudian anak manusia berada pada masa kanak- kanak pada usia 3- 5 tahun yang disebut masa bertanya dan ditandai dengan pertumbuhan fisik yang mulai berkembang serta pandai berbicara, membaca, dan berhitung. Selanjutnya pada usia 13-20 tahun, anak tersebut menjadi remaja yang mulai mengalami pubertas, seperti perempuan mulai mensturasi, dan laki-laki mulai memiliki jenggot, kumis, serta membesar suaranya. Selanjutnya masuk masa dewasa (usia >20 tahun) yang sudah mampu bekerja dan berumah tangga. Setelah usia 30 tahun, mulai dapat mengendalikan diri dan mampu menempatkan diri sebagai individu yang bertanggung jawab.
2.      Perkembangan Sifat dan Pikiran Manusia
Sifat ingin tahu manusia berkembang seiring dengan perkembangan umur dan waktu dimana manusia tersebut hidup. Pada zaman pra sejarah manusia hidup dari berburu dan berladang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, kemudian meningkat menjadi petani dan peternak yang menetap. Ada dua macam perkembangan alam pikiran manusia, yakni perkembangan alam pikiran manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya dan perkembangan alam pikiran manusia, sejak zaman purba hingga dewasa ini. Berikut ini,pengelompokan perkembangan kecerdasan manusia berdasarkan usia dari bayi hingga dewasa.
a.    Masa bayi (0 – 2 Tahun)
Masa bayi menurut psikologi disebut juga sebagai periode sensomotorik. Pada periode ini, perkembangan kecerdasan bayi sangat cepat. Ia mulai belajar makan, berjalan, berbicara, dan mengikatkan diri pada orang lain. Dengan gerakan – gerakan anggota tubuhnya,ia belajar memadukan keterangan – keterangan melalui semua alat inderanya.

b.    Masa Kanak – kanak ( 3 – 5 Tahun )
Masa kanak – kanak disebut sebagai periode praoperasional, dengan kisaran usia 2 – 7 tahun. Pada periode ini,dorongan keingintahuannya sangat besar, sehingga banyak yang menyebut masa ini sebagai masa bertanya. Apalagi pada masa ini si anak sudah memiliki keterampilan berbahasa lisan. Namun, pada masa ini pengungkapannya sering menggunakan lambang– lambang,seperti bermain mobil dengan garasinya menggunakan kotak kosong.

c.    Masa Usia Sekolah ( 6 – 12 Tahun )         
Masa ini disebut juga sebagai periode operasional nyata,dengan kisaran usia 7-11 tahun. Pada periode ini,anak sangat aktif, ditandai dengan perkembangan fisik, dan motorik yang baik. Para ahli psikologi menyebut juga masa ini sebagai “masa tenang”, karena proses perkembangan emosional si anak telah mendapatkan kepuasan maksimal sesuai dengan kemampuan individu. Perolehan pengetahuannya masih dengan induksi (pengamatan dan percobaan), walaupun sudah dimulai dengan menggunakan penalaran dan logika.

d.   Masa Remaja ( 13 – 20 Tahun )
Periode ini merupakan masa pertentangan (konflik), baik dengan dirinya sendiri maupun dengan orang dewasa. Mereka berusaha mengekspresikan dirinya sebagai orang dewasa,padahal secara fisik, mental, dan emosional belum mampu menggunakan nalar serta berhipotesis.

e.    Masa dewasa ( > 20 Tahun )
Masa dewasa ini ditandai dengan kemampuan individu untuk berdiri sendiri. Mereka mampu mengendalikan perilakunya dengan baik, menempatkan dirinya sebagai anggota dalam kelompok serta merupakan individu yang bertanggung jawab.   

B.     Sejarah Pengetahuan Manusia
Menurut Auguste Comte (1798-1857), dalam sejarah perkembangan jiwa manusia, baik sebagai individu maupun sebagai keseluruhan, berlangsung dalam tiga tahap (Heri Purnama, 2008: 13):

1.      Tahap teologi atau fiktif
Pada tahap teologi atau fiktif, berusaha untuk mencari dan menemukan sebab yang pertama dan tujuan yang terakhir dari segala sesuatu, dan selalu dihubugkan dengan kekuatan gaib. Gejala alam yang menarik perhatiannya selalu diletakkan dalam kaitannya dengan sumber yang mutlak. Mempunyai anggapan bahwa setiap gejala dan peristiwa dikuasai dan diatur oleh para dewa atau kekuatan gaib lainnya.

2.      Tahap filsafat atau fisik atau abstrak
Tahap metafisika atau abstrak merupakan tahap dimana manusia masih tetap mencari sebab utama dan tujuan akhir, tetapi manusia tidak lagi menyadarkan diri kepada kepercayaan akan adanya kekuatan gaib, melainkan pada akalnya sendiri, akal yang telah mampu melakukan abstraksi guna menemukan hakekat segala sesuatu.

3.      Tahap positif atau ilmiah riil
Tahap positif atau riil merupakan tahap dimana manusia telah mampu berpikir secara positif atau riil atas dasar pengetahuan yang telah dicapainya yang dikembangkan secara positif melalui pengamatan, percobaan dan perbandingan.
Ilmu pengetahuan juga berkembang sesuai dengan zamannya dan sejalan dengan cara berpikir dan alat bantu yang ada pada saat itu. Sebagai contoh adalah pada zaman Babilonia dan Yunani, karena keterbatasan alat indera manusia (sebagai alat bantu utama) maka landasan ilmu pengetahuan zaman ini sebagian berasal dari pengamatan maupun pengalaman namun sebagian lainnya berupa dugaan, imajinasi, kepercayaan aataupun “mitos.” Sebagai contoh adalah tentang pertanyaan hujan yang sering dijawab sebagai bocornya atap langit. Pengetahuan semacam ini disebut sebagai “pseudo science” yaitu mirip sains tapi bukan sains (pengetahuan semu). Berikut ini perkembangan pengetahuan manusia dari zaman purba sampai zaman modern:
Ø  Zaman purba
Alat dari batu, masa bercocok tanam, dan beternak merupakan pengalaman dan kemampuan untuk mengamati alam sekitar. pengetahuan yg diperoleh sampai zaman Babilonia.

Ø  Zaman Yunani (600-200 SM )
Beberapa pakar yang berpengaruh antara lain (Maskoeri Jasin, 2008: 7):
a.       Thales (624-548) menyatakan bahwa bintang mengeluarkan sinar, bulan memantulkan cahaya matahari.
b.      Phytagoras(580-500) menyatakan bahwa bumi ini bulat yang terdiri atas 4 unsur utama (air,api,udara,tanah)
c.       Socrates(470-399) dianggap sebagai tonggak ilmu pengetahuan Yunani penganut faham logika dan sebagai pemula penyelidikan kehidupan manusia.
d.      Aristotelles (384-322) menyatakan bahwa silogisme satu pikiran yg terdiri dari 3 premis.

Ø  Zaman Pertengahan
Dikembangkan metode eksperimen menyangkut bidang kedokteran, farmasi, astroniomi, kimia dan biolgi. Penulisan bilangan Arab dan desilmal memunculkan ilmu aljbar.

Ø  Zaman Modern
Banyak penemuan yg menghubah pola pikir yang dibantu dengan alat yg lebih baik. Perubah yang radikal, geosentrisme ke heliosentrisme. Oleh Coppernicus (1447-1543) dan didukung oleh Gallileo. Ini dianggap sebagai titik awal ilmu pengetahuan modern dan membuka cara berpikir yg lebih maju.
Suatu pola pikir yang lebih maju dari mitos adalah penggabungan antara pengamatan, pengalaman dan akal sehat, logika atau rasional. Oleh karena itu berkembanglah faham “rasionalisme,” yaitu pertanyaan akan dijawab dengan logika atau hal-hal yang masuk akal. Lebih lanjut dikenal dengan “metode deduksi” yaitu penarikan suatu kesimpulan didasarkan pada sesuatu yang bersifat umum menuju kepada yang khusus. Sedangkan “metode induksi” merupakan dasar dari perkembangan metode ilmiah sekarang yang intinya adalah bahwa pengambilan kesimpulan dilakukan berdasarkan data pengamatan atau eksperimentasi yang diperoleh. Untuk melakukan eksperimen maka manusia perlu menciptakan alat Bantu atau instrumentasi pengamatan. Peralatan instrumentasi yang tercipta akan berkembang menjadi lebih sempurna dan bahkan dimungkinkan pengembangannya menjadi peralatan produksi atau industri. Metode ini kemungkinan dapat dipengaruhi oleh alat pendukung pengamatan yang digunakan. Semakin canggih alat yang digunakan maka akurasi datanya semakin tinggi dan memungkinkan penarikan kesimpulannya juga akan lebih tajam.
Berlandaskan pada pengetahuan tentang beberapa rahasia alam yang diperolehnya, manusia kemudian berusaha untuk menguasai dan memanfaatkan pengetahuannya untuk memperbaiki kualitas dan pemenuhan kebutuhan hidupnya. Berdasarkan hal itulah mulailah dikembangkan pengetahuan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kehidupan sosialnya. Pengetahuan ini selanjutnya disebut sebagai teknologi yang merupakan penerapan IPA dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi, produksi dan industri secara tidak langsung akan diikuti dengan perubahan pola hidup manusia. Perubahan ini juga semakin mendorong rasa ingin tahu manusia ke arah yang lebih kompleks. Dengan demikian manusia akan terus berusaha mengetahui segala rahasia alam semesta yang belum terungkap.




Disusun oleh:
1.        Denny Andre Casidy                   11120202
2.        Jayanti Ratnasari                          11120209
3.        Wahyu Irmawati                          11120216


DAFTAR PUSTAKA

Jasin Maskoeri, dkk. 2008. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: PT Rajawali Pers.
Purnama, Heri. 2008. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.
Wulaningsih, Dewi ratna. 2010. Pengantar Kealaman Dasar. http://www.ratnadewiwulangingsih.blogspot.com [4 April 2013, 22:50].
Al-Alaudin, 2012. Perkembangan Fisik, Sifat, dan Pemikiran. http://www.al-alaudin.com. [4 April 2013, 22:50].